Senin, 21 April 2014

Laporan Keuangan Konsolidasi

Metode perolehan adalah metode pencatatan investasi yang pada awal perolehan investasi, investor mencatat investasi sebesar biayanya, dividen maupun distribusi laba dicatat sebagai penghasilan, apabila dividen yang diterima melebihi bagian investor atau laba investee dipandang sebagai investasi dan dicatat sebagai pengurang investasi.

Secara akuntansi, metode perolehan dengan kepemilikan kurang dari 20%.
Berdasarkan metode perolehan: investasi saham biasa dicatat pada biayanya, dan dividen dari laba berikutnya dilaporkan sebagai pendapatan dividen.
Tujuan utama dari penyusunan laporan keuangan yang dikonsolidasi untuk menunjukkan posisi keuangan dan hasil usaha dari berbagai perusahaan afisiliasi yang merupakan satu kesatuan.

Ciri-ciri metode harga perolehan :
  1. L/R yang diperoleh perusahaan anak tidak dilakukan penjurnalan.
  2. Eliminasi saldo modal,agio LYD perusahaan anak ditentukan dengan bertitik tolak pada posisi neraca.
  3. Hak minoritas ditentukan dengan bertitik tolak pada posisi akhir setelah transaksi di kertas konsolidasi. 
Kondisi pencatatan dalam metode harga perolehan.
  • Perusahaan induk mengakui adanya pendapatan hanya terdapat deviden atas saham yang dibagikan perusahaan anak.
  • L/R timbul jika sebagian atau seluruh saham yang dimiliki di jual.
  • Rekening investasi saham jumlahnya tetap.
  • Ada kenaikan/penurunan LYD induk.
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada metode harga perolehan
  1. Perkiraan "investasi saham pada Anak Perusahaan", tidak mengalami perubahan jumlahnya.
  2. Laba atau Rugi dari Anak Perusahaan baru diakui oleh Induk Perusahaan sebesar % kepemilikannya pada saat akan disusun neraca konsolidasi melalui pikiran " laba yang ditahan untuk induk perusahaan.
  3. Penghapusan terhadap perkiraan-perkiraan modal saham, Agio saham dan anak perusahaan hanya didasarkan pada jumlah awal/saldo awal tahu atau saldo awal saat kepemilikan.
  4. Metode cost berdasarkan pada asumsi bahwa investasi induk terhadap anak perusahaan merupakan bagian dari aktiva.
  5. Nilai investasi harus selalu tetap, karna akan ditampakkan dalam neraca sebesar harga perolehannya.

Minggu, 13 April 2014

Pengertian Laporan Keuangan Konsolidasi Metode Equity Dan Prosedur Akuntansi Metode Equity

       Pemilikan 20% sampai 50% disarankan untuk menggunakan metode ekuitas. Pemilikan saham secara mayoritas, dapat mengendalikan perusahaan anak, yaitu pemilikan lebih dari 50% dapat menggunakan metode ekuitas. Dalam pemilikan diatas 50%, perusahaan induk harus menyusun laporan keuangan konsolidasi.

Konsep Dasar Metode Equity
Konsep dasar metode ekuitas pada dasarnya memandang investasi induk perusahaan terhadap anak perusahaan sebagai sesuatu penyertaan modal sehingga aktiva bersih anak perusahaan berubah karena kegiatan operasionalnya, secara otomatis akan menyebabkan perubahan pada nilai investasi induk perusahaan.

Prosedur Pencatatan Investasi Metode Equity
Jika laba, maka perusahaan induk akan mencatat debit rekening "Investasi saham pada perusahaan anak" dan mengkredit "Laba yang ditahan" . Sedangkan jika rugi perusahaan induk akan mendebit "Laba yang ditahan" dan mengkredit "Investasi saham pada perusahaan anak".

Teknik dan prosedur Konsolidasi
  1. Mengeliminasi semua rekening timbal balik.
  2. Menyusun kertas kerja.  

Kamis, 10 April 2014

Bagaimana Mengatasi Fraud Dalam Laporan Keuangan

         Pelaporan keuangan yang curang adalah pengabaian jumlah atau pengungkapan yang disengaja dengan maksud menipu para pemakai laporan keuangan itu. Meskipun kebanyakan kasus pelaporan keuangan yang curang melibatkan upaya melebih sajikan laba, perusahaan mungkin sengaja merendah sajikan laba ketika laba itu tinggi untuk membentuk cadangan laba.
           Kondisi - kondisi penyebab kecurangan
  1. Insentif/Tekanan. Manajemen atau pegawai lain merasakan insentif atau tekanan untuk melakukan kecurangan.
  2. Kesempatan. Situasi yang membuka kesempatan bagi manajemen atau pegawai untuk melakukan kecurangan.
  3. Sikap/Rasionalisasi. Karakter atau serangkaian nilai - nilai etis yang membolehkan manajemen atau pegawai untuk melakukan tindakan yang tidak jujur.
        Bagaimana cara mengatasi fraud adalah tugas bersama dari suatu organisasi pemerintahan dan sistem pengawasan internalnya. Pengenalan akan kecurangan dan dampaknya menjadi hal yang penting untuk diketahui seluruh staff pegawai hingga manajemen puncak. Demikian juga dengan kerugian atau kebocoran keuangan negara yang terjadi akibat adanya fraud. Hal ini dapat berakibat pada alokasi dana yang hilang yang telah dikumpulkan dari berbagai pendapatan negara terutama pajak yang telah didapatkan dari masyarakat. Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dibutuhkan sarana dan prasarana yang disiapkan oleh pemerintah yang di danai dari pajak. Dan yang lebih utama meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan menjadi berkurang, termasuk investasi luar negeri berkurang, sehingga kondisi makro keuangan pemerintah menjadi terganggu.

        Kesadaran untuk melakukan tindakan anti fraud dapat diawali dengan memberikan pengertian yang lebih tentang kerugian dan dampak fraud. Dengan kesadaran yang meningkat maka diupayakan untuk menghilangkan penyebab fraud. Kemudian melakukan tindakan hukuman dan penghargaan untuk lebih mempercepat peningkatan kesadaran dan budaya kerja tanpa fraud.
        Penyebab terjadinya fraud adalah motivasi, sarana dan kesempatan sebagai berikut:
  1. Motivasi adalah mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri dan suatu organisasi.
  2. Sarana adalah mencakup seluruh media yang dapat digunakan untuk melakukan kecurangan, misalnya dokumen kontrak/lelang yang diatur, transaksi keuangan yang dilakukan secara tunai dan tidak menggunakan pencatatan yang baik.
  3. Kesempatan : Karena kurangnya pengawasan internal dan pemahaman tentang aturan dapat menjadi ruang terjadinya kecurangan. 
       Jenis fraud berdasarkan subjek atau pelaku, sebagai berikut :
  1. Employee fraud (kecurangan pegawai) : Kecurangan yang dilakukan oleh pegawai dalam suatu organisasi kerja.
  2. Management fraud ( Kecurangan manajemen) : Kecurangan yang dilakukan oleh pihak manajemen dengan menggunakan laporan keuangan atau transaksi keuangan sebagai sarana fraud, biasanya dilakukan untuk mencurangi pemegang kepentingan yang terkait organisasinya.
  3. Customer fraud : Kecurangan yang dilakukan oleh konsumen/pelanggan .
  4. E-commerce fraud (kecurangan melalui internet) : kecurangan yang dilakukan akibat adanya transaksi melalui internet.
       Cara mengatasi fraud:
  1. Mengendalikan suasana kerja yang baik di lingkungan kerja, antara lain dengan menanamkan etika kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja/pegawai.
  2. Menghilangkan kesempatan untuk melakukan fraud dengan cara sistem pengawasan internal yang ketat.
    Fraud adalah bentuk kecurangan untuk mendapatkan keuntungan pribadi maupun lembaga/organisasi. Kecurangan yang bersifat lembaga lebih kompkeks dibandingkan dengan kecurangan yang dilakukan oleh pribadi. Kecurangan/fraud mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Dalam pemerintahan, kerugian yang diterima bukan hanya kehilangan atau kebocoran uang negara, namun juga berakibat pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta menurunnya tingkat investasi.

Sumber :

http://nayzviston.wordpress.com/2013/04/25/cara-mengatasi-fraud-atau-kecurangan-dalam-laporan-keuangan/

https://www.facebook.com/permalink.php?id=438712066148602&story_fbid=485805411439267

Senin, 07 April 2014

Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan yang menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi dari sebuah grup perusahaan terdiri dari induk perusahaan dan satu atau lebih anak perusahaan yang seolah-olah sebagai satu perusahaan.

Tujuan laporan Keuangan Konsolidasi
Memberikan gambaran yang obyektif dan sesuai keseluruhan posisi dan aktivitas dari suatu perusahaan yang terdiri atas sejumlah perusahaan, dimana laporan tersebut tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan.

Manfaat laporan keuangan konsolidasi
  • Memberikan gambaran yang jelas tentang total sumber daya perusahaan hasil gabungan dibawah induk peusahaan.
  • Memberikan informasi bagi manajemen induk perusahaan, baik mengenai operasi gabungan dari entitas konsolidasi dan mengenai perusahaan individual yang membentuk entitas konsolidasi.
Prosedur dalam pembuatan laporan keuangan konsolidasi
  1. Mengeliminasi rekening nilai jurnal timbal balik yang dicatat oleh kedua belah pihak pada suatu transaksi yang sama.
  2. Menyusun kertas kerja.
Sifat - sifat laporan keuangan yang dikonsolidasikan
  1. Laporan keuangan konsolidasi merupakan model pelaporan akuntansi menunjukkan pengaruh ekonomi dari penggabungan dua atau lebih perusahaan yang tersendiri.
  2. Dalam penyusunan neraca konsolidasi untuk perusahaan induk dan anak, perusahaan anak akan dipandang sebagai cabang, aktiva dan kewajiban masing - masing perusahaan anak digabungkan dengan aktiva dan kewajiban perusahaan induk.
  3. Neraca perusahaan induk yang melaporkan saham perusahaan anak sebagai investasi, dan neraca perusahaan anak yang melaporkan kepentingan yang dipegang oleh perusahaan induk sebagai modal saham.

Minggu, 30 Maret 2014

KONSEP AKUNTANSI DARI PENGGABUNGAN USAHA DAN AKUNTANSI UNTUK INVESTASI DALAM SAHAM

Penggabungan usaha adalah penyatuan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi .

METODE AKUNTANSI YANG DIGUNAKAN DALAM PENGGABUNGAN USAHA

  • Metode penyatuan kepemilikan diasumsikan sebagai kepemilikan perusahaan yang bergabung satu kesatuan dan secara relatif tetap tidak berubah pada entitas akuntansi yang baru.
  • Metode pembelian diasumsikan sebagai penggabungan usaha merupakan suatu transaksi yang memperoleh aktiva bersih dari perusahaan lain yang bergabung.
Arti investasi dalam saham : sebuah perusahaan memiliki kepemilikan dengan perusahaan lain melalui kepemilikan sahamnya.
Jika jumlah kepemilikan >= 50 % perusahaan memiliki pengendalian atau kontrol terhadap perusahaan tersebut.

METODE PENILAIAN INVESTASI 
  • Menggunakan metode biaya, investasi dicatat sebesar biaya perolehan.
  • Menggunakan metode ekuitas : pemerintah mencatat investasi awal sebesar biaya perolehan dan ditambah atau dikurangi bagian laba atau rugi setelah tanggal perolehan.
  • Menggunakan metode nilai bersih dapat digunakan untuk kepemilikan yang akan dijual dalam waktu dekat.
Kepemilikan < 20% menggunakan metode biaya.
Kepemilikan > 50% menggunakan metode ekuitas.
Kepemilikan bersifat nonpermanen menggunakan metode nilai bersih yang direaliasasikan.

Senin, 24 Maret 2014

PENGGABUNGAN BADAN USAHA DAN KONTRIBUSI RELATIF PERUSAHAAN YANG BERGABUNG

A. DEFINISI PENGGABUNGAN USAHA
     Usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain, sebagai memperluas usaha.
B. MANFAAT DAN TUJUAN PENGGABUNGAN USAHA
    Manfaat dan tujuan penggabungan usaha yang dilakukan perusahaan yaitu:
  1. Perusahaan yang lebih luas.
  2. Volume penjualan yang lebih tinggi.
  3. Organisasi yang lebih kuat.
C. BENTUK PENGGABUNGAN USAHA
  • Merger/Statutory Merger adalah Penggabungan usaha denagn cara satu perusahaan membeli perusahaan lain kemudian perusahaan yang dibelinya tersebut menjadi perusahaan atau dibubarkan.
  • Konsolidasi/Statutory Consolidation adalah penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan bergabung dengan perusahaan lain membentuk perusahaan baru.
  • Afiliasi/Stock Aquistion adalah Penggabungan usaha dengan cara membeli sebagian besar saham atau seluruh saham perusahaan lain untuk memperoleh hak pengendalian. 
      Nilai buku adalah nilai aset perusahaan yang tertera pada catatan atau informasi pada umumnya.
      Nilai wajar adalah harga yang berlaku umum dipasaran yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran atas harta tersebut.
KONTRIBUSI RELATIF PERUSAHAAN - PERUSAHAAN BERGABUNG
Kontribusi relatif perusahaan - perusahaan dilakukan dua cara pendekatan yaitu:
       1. Kontribusi relatif dari kekayaan bersih.
           Laopran keuangan dari masing - masing pihak harus disusun atas harga pasarnya.
       2. Kontribusi relatif perushaan - perusahaan yang bergabung.
           Penentuan besarnya kontribusi relatif dari rata - rata keuntungan kepada perusahaan yang baru dibentuk memerlukan bantuan dari orang yang ahli dibidang ini.

         

     


Sabtu, 15 Maret 2014

Analisis Pengaruh Struktur Modal, Ukuran Perusahaan, dan Agency Cost Terhadap Kinerja Perusahaan.

Nama Penulis Jurnal   : Khaira Amalia Fachrudin
Volume                     : Vol 13,no 1
Tahun Penerbit          : 2011
I. LATAR BELAKANG
        Tujuan utama didirikannya perusahaan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Kesejehteraan dapat ditingkatkan melalui kinerja perusahaan (firm performance) yang baik.  Kinerja perusahaan yang baik juga bermakna bagi konsumen, komunitas, karyawan, dan pemasok  – termasuk dalam pemasok adalah kreditur, yaitu pemasok dana. Tujuan sekunder didirikannya perusahaan adalah untuk kesejahteraan pihak-pihak yang disebutkan terakhir.Tujuan sekunder adalah penggerak bagi tercapainya tujuan primer (Atkinson, Banker, Kaplan, and Young 1997).  
     Kinerja perusahaan memperlihatkan kemampuan perusahaan untuk memberikan keuntungan dari aset,ekuitas, maupun hutang.Kinerja perusahaan merupakan prestasi kerja perusahaan. Salah satu ukuran kinerja perusahaan  adalah  Return on Equity  (ROE).  ROE adalah ukuran profitabilitas perusahaan penting yang mengukur pengembalian untuk pemegang saham. Di dalam perusahaan terdapat beberapa fungsi antara lain fungsi pengelolaan dan kepemilikan. Agency conflict dapat terjadi antara pemegang saham pengendali dan pemegang saham minoritas, antara pemegang saham pengendali dan stockholder lainnya, termasuk pemasok dan karyawan.
        Perusahaan dapat di danai dengan hutang dan ekuitas. Komposisi penggunaan hutang dan ekuitas ini tergambar dalam struktur modal. Penggunaan hutang di istilahkan dengan financial laverage (pengungkit keuangan). Hutang (debt) yang dimaksud adalah hutang untuk pendanaan perusahaan yang tidak selalu sama dengan tagihan (payable). Hutang menimbulkan beban bunga yang dapat menghemat pajak. Artinya beban bunga dapat dikurangkan dari pendapatan sehinggalaba sebelum pajak menjadi lebih kecil dan akibatnya pajak semakin kecil. Sedangkan jika pendanaan menggunakan ekuitas, maka tidak terdapat beban yang dapat mengurangi pajak perusahaan. 
         Penggunaan hutang dalam struktur modal dapat mencegah pengeluaran perusahaan yang tidak penting dan memberi dorongan pada manajer untuk mengoperasikan perusahaan dengan lebih efisien. Hal tersebut menyebabkan agency cost berkurang dan selanjutnya kinerja perusahaan diharapkan akan meningkat.  

        
     RUMUSAN MASALAH

  1. Apakah terdapat pengaruh struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap agency cost?
  2. Apakah terdapat pengaruh struktur modal, ukuran perusahaan dan agency cost terhadap kinerja perusahaan?
  3. Apakah terdapat pengaruh tidak langsung struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan melalui agency cost sebagai interisting variable?

II. TUJUAN PENELITIAN

  1. Pengaruh struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap agency cost.
  2. Pengaruh struktur modal, ukuran perusahaan, dan agency cost terhadap kinerja perusahaan.
  3. Pengaruh tidak langsung struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan melaui agency cost sebagai intervening variable.

III. METODE PENELITIAN
       Populasi penelitian ini adalah perusahaan dalam industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009. Jumlah populasi adalah 58 perusahaan. Populasi sasaran adalah perusahaan yang tidak mempunyai laba bersih negatif serta tidak mempunyai ekuitas negatif, yaitu 42 perusahaan. Semua perusahaan dalam populasi sasaran diobservasi (sampel jenuh). Data bersumber dari laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit yang diunduh dari website Bursa Efek Indonesia, yaitu www.jsx.go.id. Fokus penelitian adalah perusahaan dalam industri dasar dan kimia.
      Data yang digunakan adalah data sekunder historis yang bersifat cross section. Penelitian berupa penelitian ex post facto, karena data bersumber dari laporan keuangan emiten yang telah dipublikasikan dan digunakan tanpa merubahnya. Hipotesis yang disajikan adalah hipotesis kausalitas. Analisis data akan menghasilkan kesimpulan umum.
          Analisis data dilakukan dengan analisis jalur. Analisis ini digunakan karena terdapat kemungkinan hubungan antar variabel dalam model yang bersifat linier. Agency cost digunakan sebagai intervening variable karena pengaruh struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan dapat berhubungan secara konseptual dengan rasio discreationary expense terhadap penjualan sebagai proksi agency cost. Secara teori pengaruh struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan dapat terlihat secara langsung.

IV. HASIL PENELITIAN
      Data Screening dan Transformasi Data
      Data awal yang dimasukkan berupa variabel struktur modal, ukuran perusahaan, dan agency cost tidak menunjukkan bahwa residual data tidak memenuhi asumsi normalitas. Karena data seusai populasi sasaran adalah data yang tidak memiliki laba bersih negatif dan tidak memiliki ekuitas negatif, maka seluruh data yang di transformasi dapat terbaca oleh alat analisis. Pengujian Asumsi Klasik yang dilakukan adalah:
Pengujian Asumsi Klasik

  1. Uji Normalitas Residual
  2. Uji Multikolinieritas
  3. Uji Heteroskedastisitas
  4. Uji Autokorelasi  

       Penilaian Goodness Of Fit Model

  1. Koefisien determinasi bernilai 0.303 yang berarti bahwa kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel agency cost adalah sebesar 30.3%, sedangkan sisanya sebesar 69.7% diterangkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model.
  2. Uji F bernilai 0.001. Nilai yang lebih besar daripada 5% menunjukkan bahwa model yang digunakan adalah layak dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya.
  3. Uji t struktur modal berpengaruh positif dan signifikan (p-value bernilai 0.010) terhadap agency cost, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan (p-value bernilai 0.001) terhadap agency cost. 
         Pengujian Hipotesis Kedua
Data Screening dan Transformasi Data

  1. Uji Normalitas Residual
       Statistik uji kolmogorow - Smirnov menunjukkan p-value 0.638 (>0.05), yang menunjukkan bahwa asusmsi normalitas residual telah terpenuhi.
    2.    Uji Multikolinieritas
            Nilai Tolerance variabel struktur modal, ukuran perusahaan, dan agency cost masing - masing adalah 0.808, 0.724 dan 0.679 lebih besar dari 0.1). Nilai VIF masing - masing struktur modal sangat hampir berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.

Pengujian Hipotesis Ketiga
         Pengaruh tidak kangsung struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan melalui agency cost sebagai intervening variable dapat dilihat dibawah ini:

  •  Pengaruh tidak langsung (indirect effect) X1 ke Y2 melalui Y1 = 0,370 * 0.288 = 0.107
  •  Pengaruh tidak langsung (indirect effect) X2 ke Y2 melalui Y1 = -0.487 * 0.288 = -0.140 

           Hasil uji statistik pada tabel 2 diatas menunjukkan bahwa agency cost tidak berpengaruh signifikan pada alpha 5% terhadap kinerja perusahaan (p-value 0.095). Oleh karena itu pengaruh tidak langsung struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan sebagaimana yang dihitung di atas juga tidak signifikan.
         Pengaruh struktur modal,ukuran perusahaan, dan Agency Cost terhadap kinerja perusahaan.
Pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa struktur modal hampir berpengaruh signifikan terhadap kinerja (p-value 0.05). Beta yang positif menunjukkan bahwa penggunaan hutang dapat meningkatkan imbal hasil bagi pemilik perusahaan. Teori mengatakan bahwa ROE adalah return on assets (ROA) dikali dikali dengan leverage. Jadi leverage dapat mempengaruhi ROE. Hal ini terjadi karena pembiayaan dengan hutang menimbulkan beban bunga yang harus dibayar.
V. KESIMPULAN
            Struktur modal berpengruh positif dan signifikan terhadap agency cost. Namun tidak sejalan dengan pandangan yang mengatakan bahwa peningkatan hutang dalam struktur modal dapat mengurangi masalah agency. Ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap agency cost. Struktur modal ukuran perusahaan, dan agency cost tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hanya struktur modal yang hampir signifikan (p-value 0.005). Koefisien positif menunjukkan penggunaan huatng dalam struktur modal membawa dampak yang baik terhadap kinerja perusahaan. Ukuran perusahaan memang meningkatkan efisiensi discreationary expense namun tidak meningkatkan ROE.
         Tidak terdapat pengaruh tidak langsung struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan melalui agency cost. Secara langsung struktur modal hampir berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Namun secara tidak langsung tidak berpengaruh Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.
     Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan meningkatkan jumlah pengamatan,misalnya dengan menjadikan seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI menjadi populasi sasaran. Peneliti selanjutnya juga dapat meneliti pengaruh struktur modal terhadap agency cost pada perusahaan yang mengalami financial distress agar pembuktian empiris mengenai pandangan bahwa peningkatan hutang dapat mengurangi agency cost semakin jelas. Penelitian mengenai presentase pemegang saham yang merangkap direksi terhadap jumlah pemegang saham juga dapat dilakukan dalam kaitannya dengan agency cost. Hal ini untuk melihat apakah jika terdapat penigkatan sejajaran kepentingan direksi dan pemegang saham maka masalah agency dapat dikurangi.
               Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan hutang meningkatkan beban namun tidak signifikan meningkatkan kinerja.